Balita Belajar Membaca Tanpa Dieja

Mengajar Anak Balita MembacaSenangnya melihat anak yang baru duduk di bangku TK sudah lancar membaca! Bukankah demikian? Artinya pintu dan jendela informasi mulai terbuka dan sebagai Ayah-Bunda tentu saja sangat dibutuhkan peran aktifnya untuk mengarahkan hal-hal apa yang perlu dibaca oleh anak.

Pertanyaannya, bagaimana cara ampuh untuk membimbing anak belajar membaca tanpa dieja? Beberapa menganjurkan menggunakan flash card. Itu pun baik. Namun, cara yang dibagikan kali ini bertujuan untuk memperlengkapi teman-teman dengan cara-cara yang sudah ditempuh untuk mengajar anak membaca tanpa dieja. Patut diingat ya…Ayah-Bunda adalah satu tim yang tentunya dengan senang hati membimbing agar anak dapat membaca dengan lancar dan gemar membaca.

Kenalkan pada bunyi huruf dari A-Z

Pastikan si kecil mengenal bunyi tiap-tiap huruf. Ketika menyebutkan huruf tertentu, pastikan si kecil memperhatikan bentuk mulut/bibir Ayah-Bunda ketika mengucapkannya.

Kenalkan anak pada bunyi huruf vokal 

Pastikan si kecil memperhatikan bagaimana Ayah-Bunda mengucapkan ‘a’, ‘i’, ‘u’, ‘e’, ‘o’. Untuk mempermudah si kecil, analogikan setiap huruf vokal dengan sesuatu yang berkaitan erat dengan diri si kecil.

Ayah-Bunda: ‘a’ itu seperti jika kamu membuka mulut untuk makan pastel kesukaanmu, Nak

Ayah-Bunda: ‘i’ itu seperti jika kamu jijik melihat WC umum yang jorok :)

Ayah-Bunda: ‘u’ itu seperti jika perut kamu geli ketika naik ayunan

Ayah-Bunda: ‘e’ itu seperti jika jika Bunda mengingatkan kamu untuk tidak main bola di dalam rumah

Ayah-Bunda: ‘o’ itu seperti yang kamu ucapkan ketika kamu mengerti sesuatu yang Ayah-Bunda sedang ajarkan

Satu suku kata dua huruf

Ini adalah langkah selanjutnya sebelum pengenalan kata. Gabungkan huruf-huruf yang sudah dikenali menjadi sebuah suku kata yang terdiri dari dua huruf. Pastikan si kecil mengerti bagaimana suku kata itu dapat dibaca demikian. Hal ini tidak terlepas pada dua langkah di atas, yaitu mengenali bunyi huruf.

Ayah-Bunda: ‘s + a’ dengar, yaaa…’s’ itu seperti jika kamu mengusir ayam yang hendak buang air di halaman rumah. Lalu ikuti dengan huruf di sampingnya, ‘a’ mulut terbuka…jadi digabung berbunyi ‘sa’.

Ayah-Bunda: ‘m + a’…’em’ itu kedua bibir mengatup seperti waktu kamu berucap ‘mmm…enak’. Lalu ikuti dengan huruf di sampingnya, ‘a’ mulut terbuka…digabung berbunyi ‘ma’

Suku kata dua huruf menjadi satu kata

Bentuk kata-kata sederhana yang terdiri dari suku kata dua huruf, yang bermakna, seperti:  ta-hu, pe-na, ru-sa. Ini adalah lanjutan dari langkah sebelumnya, yaitu membentuk suku kata yang terdiri dari dua huruf.

Kata bermakna dan lebih panjang

Dari tahapan di atas, kembangkan ajak si kecil untuk membaca kata yang memiliki tiga suku kata dua huruf, seperti: pa-ra-de, me-nu-ai, pe-ni-ti. Setelah lancar dengan yang itu, uji si kecil dengan membaca kata berakhiran konsonan, seperti: pa-su-kan, men-te-ri, men-ta-ri. Lalu, ajaklah membaca kata-kata yang berawalan huruf vokal, seperti: a-la-mi, u-pe-ti, a-la-mat.


Nah, bagaimana? Ayah-Bunda siap praktek mengajar anak membaca ? Si kecil tentunya akan lebih bersemangat melihat Ayah-Bunda mau terlibat langsung dengannya pada saat belajar alih-alih hanya sekedar menyuruhnya anak belajar atau pergi ke tempat les.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>