Belajar Menulis Huruf Tegak Bersambung

Belajar Menulis Huruf Tegak BersambungMasih teringat saat pertama mengajar  anak menulis huruf sambung. Namanya juga baru pertama kali belajar, pasti banyak yang harus dikoreksi. “Itu kurang tegak jatuhnya…eits…yang ini tidak menyentuh garis besar sebelah atas (pagar jalan tol maksudnya :), he..he..ini nyambung dengan cerita sebelumnya tentang belajar menulis sambung <<klik di sini),” Hal kerapian anak dalam menulis seperti itu hampir setiap kali masih selalu diingatkan.

Seringkali juga si kecil jadi marah karena katanya kelamaan…dan memang makin lama jika suatu pekerjaan dikerjakan sambil marah-marah :p . Seringkali juga karena si kecil marah, Bunda sebagai guru yang di rumah juga ikut-ikutan marah :D.

Tapi sekarang hasilnya, kami bisa menarik napas lega. Si kecil sudah mandiri dalam mengerjakan PR menulis huruf sambung. Kerja keras mengajar aturan menulis huruf sambung terbayarlah sudah. Ayah-Bunda hanya tinggal memeriksa hasil pekerjaan akhir, dan seringkali tidak ada yang perlu dikoreksi lagi.

Beberapa hal yang penting disampaikan ketika mengajar anak menulis huruf sambung adalah:

Huruf harus tegak

Prinsip ini tidak dapat ditawar, huruf apapun itu, setiap garis yang arahnya dari atas ke bawah akan selalu tegak.

Jambul dan ekor

Sebelum memulai menulis, minta si kecil membaca kalimat yang harus ia tulis ulang dengan huruf sambung. Setelah itu, minta si kecil menentukan huruf mana yang berjambul dan mana yang berekor. Oh ya, untuk menulis huruf sambung ini, gunakan buku bergaris besar-kecil. Huruf yang berjambul (seperti h, l, t) akan menyentuh garis besar sebelah atas dan huruf yang berekor (seperti j, p, q) akan menyentuh garis besar sebelah bawah.

Pujian

Setiap kemajuan, meskipun kadang-kadang dicapai dengan air mata, sangat patut mendapat pujiah.

Ayah/Bunda: Nah, tuh kan…kok kamu bisa sih? Awalnya susah, tapi kalau sudah bisa kan jadi cepat, kan?

Dengan pujian seperti itu, diharapkan si kecil dapat memahami bahwa untuk mencapai sesuatu itu pada awalnya tidak selalu mudah, namun hasilnya akan luar biasa. Untuk menanamkan prinsip ini, kita dapat mulai belajar mengintensifkan pujian semacam ini. Yang pasti, semua orang tua ingin anak-anaknya mempunyai daya juang tinggi, tidak mudah menyerah pada tantangan awal, kan?

 

Pujian itu penting. Meskipun kemajuan yang dicapai anak kita anggap masih sangat sedikit, tetapi pujian yang tulus akan membuatnya bersemangat untuk mencapai kemajuan yang lebih signifikan lagi, bahkan anak akan lebih bersemangat belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>