Belajar Matematika, Tanda Lebih Atau Kurang Dari

Belajar Matematika SDBeberapa orang pernah bercerita tentang kesulitan   anak belajar matematika dalam memperkenalkan tanda lebih besar atau lebih kecil dari. Kami ingin berbagi apa yang kami dapatkan di lembar kerja siswa, yang kami rasa akan sangat membantu anak belajar matematika untuk topik tersebut.

Berikut ini rangkuman cara-cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak belajar matematika, khususnya untuk mengenali tanda lebih besar atau lebih kecil dari :

Perkenalkan, Badut Suka Makan.

Nah, gambar di bagian kiri atas tersebut adalah gambar Si Badut Suka Makan. Perkenalkan anak pada si badut ini dan pelajaran matematika anak untuk topik ini pun akan lebih mudah ;).

Ayah-Bunda: Badut Suka Makan ini terkenal suka memakan makanan yang lebih banyak. Makanan yang lebih sedikit ia tinggalkan saja di meja.

Mulai berikan soal.

Menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) tentu saja lebih praktis, soal matematika anak dalam bentuk gambar sudah tersedia. Tetapi ini mudah saja dilakukan jika tanpa LKS. Buatlah gambar-gambar sederhana yang sama jenisnya untuk dibandingkan jumlahnya. Pilih benda-benda kesukaan si kecil, dapat pula berupa makanan kesukaan.


Gambar badut sederhana.

Anak Belajar MatematikaDi antara benda yang dibandingkan jumlahnya, siapkan gambar badut sederhana. Buatlah gambar badut, dan biarkan si kecil yang menyelesaikan gambar mulutnya, yang adalah tanda matematika untuk lebih besar dari atau lebih kecil dari.

Ayah-Bunda: Coba gambar mulut badutnya. Badut ini suka sekali memakan makanan yang lebih banyak. Tulis dulu ya jumlah es krim di sebelah kiri dan kanan. Lalu, arahkan mulut badut ke makanan yang lebih banyak. Coba berapa es krim di sebelah kiri?

Si Kecil: Enam (minta ia menuliskan angka enam).

Ayah-Bunda: Lalu, es krim di sebelah kanan berapa?

Si Kecil: Dua (minta ia menuliskan angka dua).

Ayah-Bunda: Bandingkan banyak yang mana? Nah…si badut mau makan es krim yang lebih banyak. Jadi gambar mulut badut, membuka ke arah es krim yang lebih banyak.

Si Kecil: Lebih banyak enam (minta ia menggambar mulut badut membuka ke arah es krim yang lebih banyak).

Simpulkan

Minta si kecil mengikuti Ayah-Bunda membaca hasil pekerjaannya. Tunjuk yang harus dibacanya.

Ayah-Bunda: Enam es krim…

Si Kecil: Enam es krim…

Ayah-Bunda: Nah, coba lihat, ini membuka besar…jadi dibaca lebih dari. Lebih itu artinya lebih banyak, Nak. Coba ulang, tanda ini apa, yang membuka besar?

Si Kecil: Lebih dari…

Ayah-Bunda: Dua es krim.

Si Kecil: Dua es krim.

Minta si kecil mengulang, tunjuk dengan jari angka dan tanda yang harus dibacanya. Ulangi dengan memberikan soal dengan tanda “lebih kecil dari”. Katakan bahwa “<” tidak membuka, sehingga dibaca kurang dari.


Timbulkan kesan pertama bahwa belajar itu menyenangkan, sajikan dengan gambar-gambar. Setelah si kecil memahami apa yang diajarkan, seperti contoh di atas  ketika anak belajar matematika, mulai sajikan soal-soal tanpa gambar dan pacu untuk mengerjakannya dengan lebih cepat.  
Bagikan tulisan ini ya supaya berguna juga bagi teman-temanmu :) . Klik:
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

keluarganobel

Saya bekerja penuh waktu sebagai ibu di rumah. Menulis di blog adalah hobi saya. Memiliki waktu untuk menulis bagi saya adalah hal istimewa. Impian saya adalah, selepas anak-anak mandiri, saya dapat memiliki satu bentuk usaha di bidang kuliner yang dapat ditekuni dengan sepenuh hati. Menulis dan berbagi, menulis dengan hati..itulah bagian kecil dari waktu-waktu saya di rumah.

8 thoughts on “Belajar Matematika, Tanda Lebih Atau Kurang Dari

  • May 23, 2012 at 08:19
    Permalink

    Apresiasi buat keluarga Nobel, informasi2 yang dibagikan sangat membantu dan menjadi inspirasi. semoga keluarga Nobel kelak menjadi keluarga yg menjadi perhatian dunia..
    syaloom.
    =======================================================

    Reply
    • May 24, 2012 at 23:02
      Permalink

      Paps Anton, terima kasih atas perkataan berkat yang diberikan. Terima kasih juga sudah menjadi teman Keluarga Nobel :).

      Reply
  • May 29, 2012 at 23:59
    Permalink

    Wah, cara kayak gini nih yg bagus buat belajar matematika
    =======================================================

    Reply
    • May 31, 2012 at 11:02
      Permalink

      Machfudz, terima kasih sudah berkunjung. Keluarga Nobel senang mendapat teman baru dan terlebih lagi jika tulisan kami membawa manfaat.

      Reply
  • June 22, 2012 at 12:09
    Permalink

    Sangat bagus terlebih untuk saya yg benar-benar baru menjadi ibu,sangat bermanfaat sekali,saya tunggu informasi lainnya…..SEMANGAT…Keluarga Nobel.
    =======================================================

    Reply
  • June 24, 2012 at 05:10
    Permalink

    Makasih keluarga Nobel telah memberi saya kemudahan dalam mengajarkan kepada anak2. Semoga keluarga Nobel selalu menjadi berkat dan diberkati Tuhan.
    =======================================================

    Reply
    • July 6, 2012 at 10:24
      Permalink

      Eny, sama-sama. Kami berbagi tentang apa yang sudah kami alami, atau bahkan yang sedang kami jalankan berdasarkan pengalaman orang lain yang sudah berhasil. Senang berkenalan dengan Eny, meskipun belum pernah kopi darat.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *