Donat Kentang Ala Kafe, Tanpa Telur

Resep roti kali ini menghadirkan sosok roti mirip ban Vespa 😀 , yaitu roti goreng yang disebut donat. Resep dasarnya adalah resep donat ala kafe milik NCC, diulik-ulik menjadi donat kentang ala kafe, tanpa telur 🙂 . Donat ini diuleni menggunakan mikser jadul dengan pengaduk spiral bawaan miksernya. Karena bukan menggunakan bread maker, saya hanya bisa memasukkan adonan dengan berat tepung maksimal 250 gr. Di resep ini, ukuran tepung sudah disesuaikan dengan kapasitas mikser kecil nan jadul, tetapi tangguh. Semangat ah, ketiadaan fasilitas jangan menghalangi niat belajar 😉 .

Bahan-bahan biang:

  • 50 gr terigu protein sedang (saya: Segitiga Biru)
  • 100 gr terigu protein tinggi (saya: Cakra)
  • 1/2 + 1/4 sendok teh ragi instan (gunakan sendok obat yang bertakaran 5 ml, ya..di situ ada batasan 1/2 dan 1/4 sendoknya)
  • 20 ml air suam-suam kuku
  • Garam 1/4 sendok teh (gunakan sendok obat 5 ml)
  • 50 – 70 ml air es

Bahan-bahan lain:

  • 25 gr potato flakes/tepung kentang
  • 50 ml air panas
  • 20 – 25 g gula pasir
  • 1 sdm munjung susu bubuk
  • 25 gr mentega (boleh menggunakan mentega putih, tetapi lebih sehat menggunakan mentega/butter, bukan margarin ya)
  • Garam 1/4 sendok teh (gunakan sendok obat 5 ml)

Cara membuat:

Adonan Donat Kentang Tanpa Telur
Adonan Donat Kentang Tanpa Telur
  • Campurkan kedua jenis tepung: Cakra dan Segitiga Biru (saya lebih suka menimbang dalam kantong plastik, sehingga kedua jenis tepung ini dapat langsung dikocok di dalam plastik).
  • Campurkan ragi instan dan air suam-suam kuku (air harus suam-suam kuku agar ragi tidak mati), diamkan hingga 10 menit sampai mengembang yang ditandai dengan berbuih banyak.
  • Campurkan tepung dengan ragi yang sudah berbuih banyak, masukan pula air es sedikit demi sedikit, uleni dengan tangan sehingga menghasilkan adonan yang tidak terlalu kering dan jangan pula terlalu basah.
  • Jika adonan kadar air dalam adonan sudah tepat, tambahkan garam dan uleni rata dengan tangan (adonan yang terbentuk memiliki permukaan kasar, lihat gambar 2).
  • Tutup mangkok adonan biang ini dengan plastic wrap, diamkan 90 menit (penampakan bagian dalam adonan setelah 90 menit, lihat gambar 3, berserat-serat halus).
  • Sementara  menunggu, siapkan tepung kentang, tuangi air panas sebanyak tepat 50 ml, aduk rata sehingga terbentuklah kentang lumat  seberat 120 gr (lihat gambar 1, ya).
  • Campurkan gula pasir dan susu bubuk ke dalam kentang lumat untuk memudahkan pencampuran ke adonan biang.
  • Setelah 90 menit, campurkan kentang lumat di langkah sebelumnya ke dalam adonan biang, uleni dengan tangan hingga tercampur rata.
  • Setelah itu, tambahkan  mentega dan garam ke dalam adonan, uleni dengan tangan hingga tercampur rata.
  • Siapkan mikser jadul, uleni dengan mikser (lihat gambar 4) dengan terus menerus mengikuti larinya adonan. Uleni hingga kalis elastis, dengan mikser yang saya gunakan,  memerlukan waktu kurang lebih 10 menit menggunakan takaran resep ini.
  • Tanda-tanda kalis elastis: adonan akan mengikuti adukan mikser tanpa ada yang menempel di mangkok, dan ketika adonan tertarik oleh mikser, akan muncul semacam serat-serat halus yang ikut tertarik dari mangkok adonan ke arah mikser. Lalu, yang pasti adonan akan membentuk membran tipis yang tidak sobek jika direntangkan.
  • Setelah adonan kalis elastis (permukaannya juga halus, lihat gambar 5), diamkan sepuluh menit.
  • Setelah sepuluh menit, bentuk bulat-bulat atau digilas setebal 1 cm dan dicetak dengan cetakan donat.
  • Taruh adonan yang sudah dibentuk, di wadah yang sudah ditaburi tepung terigu tipis-tipis.
  • Diamkan hingga adonan ringan mengembang (coba angkat adonannya untuk merasakan ringan mengembang). Untuk mencapai kondisi ringan mengembang, adonan donat ala kafe ini tidak membutuhkan waktu sampai satu jam, jadi tunggu saja sekitar 10-20 menit.
  • Goreng donat dengan minyak padat (khusus untuk menggoreng donat, saya: Frybest), tunggu sisi satunya matang baru dibalik, ya.
  • Donat siap dihias dengan topping.

Catatan:

  • Gunakan sendok obat berukuran 5 ml untuk merujuk kepada ukuran sendok teh standar, jika teman-teman tidak memiliki sendok ukur.

 

keluarganobel

Saya bekerja penuh waktu sebagai ibu di rumah. Menulis di blog adalah hobi saya. Memiliki waktu untuk menulis bagi saya adalah hal istimewa. Impian saya adalah, selepas anak-anak mandiri, saya dapat memiliki satu bentuk usaha di bidang kuliner yang dapat ditekuni dengan sepenuh hati. Menulis dan berbagi, menulis dengan hati..itulah bagian kecil dari waktu-waktu saya di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *