Chiffon Cake Ketan Hitam

Chiffon cake ketan hitam ini…hmmm saya suka sekali 😀 . Komponen tepung ketan hitam bikin chiffon cake ini terasa legit, berbeda dengan chiffon cake yang terbuat dari tepung terigu seluruhnya. Resep ini saya sesuaikan untuk loyang chiffon ukuran 20 cm dan menggunakan lima telur. Sumber resep ini dari Instagram @fen’z. Oh ya, selain chiffon cake ketan hitam ini, teman-teman dapat juga mencoba membuat chiffon cake pandan-suji. Klik di sini: resep chiffon cake pandan (dilengkapi dengan video juga, ya…jadi yuk cusss ke TKP).

Bahan A:

  • 5 kuning telur
  • 20 gr gula berbutiran halus
  • 65 ml minyak sayur (boleh menggunakan minyak sehat seperti minyak biji bunga matahari)
  • 105 ml santan kemasan(saya: Kara)
  • 1/3 sdt garam halus
  • 85 gr tepung ketan hitam
  • 40 gr terigu protein rendah

Bahan B:

  • 5 putih telur
  • 1 sdt air jeruk nipis atau 1/4 sdt cream of tartar (penstabil kocokan putih telur)
  • 80 gr gula halus

Persiapan loyang:

  • Loyang chiffon tidak perlu dioles apapun.

Cara membuat:

  • Yuk buat adonan kuning telur (bahan A): Kocok telur dengan gula sampai gula larut dan warna kuning telur memucat. Lalu masukkan santan, minyak, garam dan kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu dan tepung ketan hitam yang telah diayak. Jangan lupa lihat catatan di bagian akhir resep ini, ya 😀 .
  • Yuk buat adonan putih telur (bahan B): Kocok putih telur hingga berbusa, lalu masukkan air jeruk nipis atau cream of tartar. Kocok hingga soft peak baru masukkan gula dalam dua tahap. Selanjutnya, kocok hingga firm peak.
  • Hampir selesai, aduk balik adonan putih telur ke kuning telur dalam 3 tahapan. Jangan lupa lihat catatan di bagian akhir resep ini, ya agar chiffon teman-teman sukses mengembang 😀 .
  • Tuang ke dalam loyang chiffon perlahan.
  • Ketukkan loyang berisi adonan ke meja kerja agar gelembung besar yang tersisa di dalam adonan naik ke atas dan pecah. Hal ini dilakukan agar chiffon yang dihasilkan tidak memiliki banyak rongga besar di dalamnya.
  • Panggang dengan suhu 150º C dengan waktu 60 menit (tiap oven beda karakteristik, saya menggunakan oven tangkring).
  • Tes tusuk untuk menguji kematangan.
  • Setelah matang, segera balikkan loyang chiffon di atas ke empat kakinya, biarkan dingin baru dipotong. Yuk mari dicoba dan nikmati chiffon lembut dari dapur sendiri 😀 .

Catatan:

  • Tentang pengocokan putih telur:
    • Waskom untuk wadah putih telur bersih dari minyak
    • Pengocok bersih dari minyak
    • Putih telur tidak terkotori dengan kuning telur, lakukan pemisahan putih dan kuning telur secara teliti
    • Kocok sampai softpeak, baru menambahkan gula. Gula ditaruh jangan sekaligus melainkan separuh-separuh.
    • Kocok hingga gula larut dan mencapai tahap firmpeak.
  • Tentang adonan kuning telur:
    • Penambahan gula pada adonan kuning telur berfungsi untuk menciptakan gelembung udara pada adonan kuning telur. Saat kita mengocok gula bersama dengan kuning telur dan minyak serta santan, kristal gula menabrak kuning telur, minyak dan santan dan menciptakan gelembung udara.
    • Pengadukan tepung pada adonan kuning telur harus rata. Tepung yang diayak terlebih dahulu sangat membantu tercapainya kondisi itu.
  • Tentang pencampuran adonan putih dan kuning telur
    • Aduk balik adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur dalam tiga tahapan.
    • Aduk balik hingga rata, yaitu hingga warna adonan putih telur tidak terlihat berdiri sendiri (tercampur baik dengan adonan kuning telur), tetapi jaga agar proses pengadukan tidak terlalu lama (jangan overmix) agar gelembung udara tidak menghilang .
  • Tentang suhu oven:
    • Chiffon cake sangat sensitif terhadap suhu, maka dari itu jaga agar suhu oven tidak ajrut-ajrutan alias naik turun. Dalam hal ini, saya masih menggunakan oven tangkring dengan menset nyala api yang konstan (tidak diubah-ubah tombol setelan api yang ada pada kompor). Suhu yang tidak konstan akan menyebabkan chiffon bantet di bagian permukaannya, kempes sejak di dalam oven.

keluarganobel

Saya bekerja penuh waktu sebagai ibu di rumah. Menulis di blog adalah hobi saya. Memiliki waktu untuk menulis bagi saya adalah hal istimewa. Menulis dan berbagi, menulis dengan hati..itulah bagian kecil dari waktu-waktu saya di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *