Chiffon Pandan-Suji

Chiffon cake ini teksturnya lembut, lembab…jadi dimakannya enggak seret dan enggak cepat eneg. Resep chiffon cake pandan ini layak dipraktekkan, mengembang bagus meskipun tanpa pengembang, dan juga tanpa cream of tartar. Aroma pandan asli yang wanginya khas terasa menyeret tangan untuk mencomot sepotong chiffon lagi 😀 . Warna hijaunya juga asli menggunakan hijau daun suji, yang juga memberikan aroma wangi kue khas jaman dulu.

Bahan adonan kuning telur:

  • 5 kuning telur
  • 105 ml santan + air pandan-suji
  • 65 ml minyak sayur
  • 1/3 sdt garam halus
  • 20 gram gula berbutiran halus
  • 125 gram tepung protein rendah

Bahan adonan putih telur:

  • 5 putih telur
  • 1 sdt air jeruk lemon atau jeruk nipis
  • 75-80 gr gula berbutiran halus

Persiapan loyang:

  • Loyang tidak perlu dioles apapun.

Cara membuat:

  • Mikser dengan kecepatan rendah: kuning telur + santan pandan-suji + garam + gula hingga gula larut.
  • Masukkan terigu yang sudah diayak, mikser hingga terigu larut.
  • Bersihkan adukan mikser dari adonan kuning telur hingga bersih sempurna karena kita akan  mengocok putih telur (lihat bagian “Catatan” untuk tips mengocok putih telur).
  • Kocok putih telur dan air jeruk hingga tahap soft peak (yuk setelah ini ditonton video di akhir resep ini supaya lebih jelas).
  • Setelah tahap soft peak, masukkan gula dalam dua tahap. Pastikan gula larut di setiap tahapnya.
  • Kocok putih telur dan gula hingga tahap firm peak (yuk setelah ini ditonton video di akhir resep ini supaya lebih jelas).
  • Saatnya mengaduk balik adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur, lakukan dalam tiga tahapan (yuk setelah ini ditonton video di akhir resep ini supaya lebih jelas).
  • Tuang adonan ke loyang chiffon, perlahan-lahan ya supaya tidak terbentuk gelembung udara di dalam adonan. Gelembung udara menyebabkan rongga-rongga besar pada cake.
  • Setelah adonan masuk seluruhnya, banting loyang dari ketinggian tertentu (kira-kira satu jengkal) untuk mengeluarkan gelembung udara yang terjebak di dalam adonan.
  • Oven cake dengan suhu 140-160ºC selama 50-60  menit (kenali oven masing-masing, ya…karena suhu dan waktu yang diperlukan untuk tiap oven dapat saja berbeda).
  • Tes tusuk setelah 50 menit, posisi cake tetap di dalam oven.
  • Setelah matang, segera balikkan loyang chiffon dan biarkan hingga dingin.
  • Keluarkan cake dari loyang.
  • Nikmati dengan tetap mengingat timbangan badan 😀 .

Catatan:

  • Tentang pengocokan putih telur:
    • Waskom untuk wadah putih telur bersih dari minyak
    • Pengocok bersih dari minyak
    • Putih telur tidak terkotori dengan kuning telur, lakukan pemisahan putih dan kuning telur secara teliti
    • Kocok sampai softpeak, baru menambahkan gula. Gula ditaruh jangan sekaligus melainkan separuh-separuh.
    • Kocok hingga gula larut dan mencapai tahap firmpeak.
  • Tentang adonan kuning telur:
    • Penambahan gula pada adonan kuning telur berfungsi untuk menciptakan gelembung udara pada adonan kuning telur. Saat kita mengocok gula bersama dengan kuning telur dan minyak serta santan, kristal gula menabrak kuning telur, minyak dan santan dan menciptakan gelembung udara.
    • Pengadukan tepung pada adonan kuning telur harus rata. Tepung yang diayak terlebih dahulu sangat membantu tercapainya kondisi itu.
  • Tentang pencampuran adonan putih dan kuning telur
    • Aduk balik adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur dalam tiga tahapan.
    • Aduk balik hingga rata, yaitu hingga warna adonan putih telur tidak terlihat berdiri sendiri (tercampur baik dengan adonan kuning telur), tetapi jaga agar proses pengadukan tidak terlalu lama (jangan overmix) agar gelembung udara tidak menghilang .
  • Tentang suhu oven:
    • Chiffon cake sangat sensitif terhadap suhu, maka dari itu jaga agar suhu oven tidak ajrut-ajrutan alias naik turun. Dalam hal ini, saya masih menggunakan oven tangkring dengan menset nyala api yang konstan (tidak diubah-ubah tombol setelan api yang ada pada kompor). Suhu yang tidak konstan akan menyebabkan chiffon bantet di bagian permukaannya, kempes sejak di dalam oven.

keluarganobel

Saya bekerja penuh waktu sebagai ibu di rumah. Menulis di blog adalah hobi saya. Memiliki waktu untuk menulis bagi saya adalah hal istimewa. Menulis dan berbagi, menulis dengan hati..itulah bagian kecil dari waktu-waktu saya di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *