Tag Archives: Anak Gemar Membaca

Anak Tahu dari Membaca

Jangan lelah untuk memotivasi anak melakukan hal yang baik, termasuk agar anak memiliki minat membaca. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang menunjukkan hasil dalam semalam. Pendampingan orang tua adalah salah satu faktor yang dapat memupuk tumbuhnya minat baca anak.

Anak: Ayah, Bunda, penguin itu merupakan bangsa burung dan mempunyai kehebatan.

Ayah-Bunda: O…kehebatan apa itu?

Anak: Penguin punya otot dada yang kuat sehingga dapat berenang dengan cepat untuk lari dari musuhnya. Penguin berenang di air es, lho.

Ayah-Bunda: Oh ya?

Ya, itu sekelumit dari percakapan kami ketika sang anak menceritakan kembali apa yang telah dibacanya dari komik pengetahuan. Gambar-gambar pada komik telah begitu menarik hatinya. Dengan berjalannya waktu, akhirnya setelah beberapa kali kami memberikan motivasi, sang anak pun mulai memajukan langkahnya dari sekedar melihat gambar. Dia mulai membaca. Ternyata dia suka dan kami yakin bahwa minat bacanya mulai tumbuh.

Pro-kontra anak membaca usia dini


Belajar membaca sejak usia dini sering menjadi pertentangan. Tetapi akhirnya mau tidak mau para orang tua pun mengusahakan agar anak-anaknya dapat membaca sebelum masuk ke Sekolah Dasar. Setidaknya begitulah yang kami ketahui perihal tuntutan masuk SD di kota besar. Baiklah, meskipun anak harus dapat membaca karena tuntutan masuk SD, tapi toh tetap ada sisi baiknya. Ambil asyiknya saja, sebagai contoh …ajar anak membaca sambil bermain sehingga anak pun dapat menikmati permainan sekaligus belajar.

Naik ke tingkat yang baru


Anak yang sudah dapat membaca dan mengerti apa yang sedang dibacanya akan memiliki potensi untuk naik ke tingkat yang baru, yaitu memiliki minat baca. Peran orang tualah untuk  memupuk minat baca anak dan mengembangkan pengetahuan anak melalui membaca buku. Dengan demikian, nantinya anak pun akan memiliki ketertarikan terhadap buku sebagai salah satu sumber pengetahuan.  

Arahan orang tua


Selanjutnya, orang tualah yang harus dapat mengarahkan anak untuk membaca hal-hal yang berguna. Dalam hal ini, orang tua bukan hanya berfungsi sebagai pemberi perintah saja, tetapi orang tua harus dapat menjadi pendamping dan motivator.

 

Orang tua seharusnya tidak berperan sebagai pemberi perintah bagi anak, melainkan sebagai pendamping dan motivator

Anak Gemar Membaca

Belajar Membaca dan MemahamiPupuk kegemaran membaca pada anak sejak dini. Itulah  yang sebaiknya dilakukan setelah anak lancar membaca. Untuk menanamkan kecintaan pada buku, sebenarnya dapat dilakukan bahkan ketika anak belum lancar membaca atau bahkan ketika ia belum dapat membaca. Di sinilah diperlukan peranan orang tua untuk dapat membacakan buku yang isinya mendidik dan disesuaikan dengan usia anak.

Jika sedari kecil anak diarahkan untuk gemar membaca dan menggali pengetahuan melalui buku, maka anak akan terbiasa menjadi pribadi yang mandiri dalam belajar. Anak tidak akan cepat menyerah dengan kata, “Ah…saya tidak bisa!” Paradigma baru pun akan terbentuk pada si kecil, bahwa buku adalah sumber informasi.

Teman-teman, tentunya untuk membuat anak gemar membaca dan menjadikan buku sebagai sahabat barunya diperlukan proses. Tapi akhir-akhir ini, kami mengalami sesuatu yang sesuai dengan harapan kami, si kecil tak jarang meminta kami dapat menemaninya membaca buku ceritanya.

Yuk, ajak dan bentuk anak agar gemar  membaca.  Untuk itu, Ayah-Bunda dapat membaca pengalaman berikut sebagai gambaran langkah-langkah membentuk anak yang gemar membaca

Mulai beli buku.

Tentu saja, untuk mendorongnya mau membaca, daya tarik pertama bagi mata lincahnya adalah gambar dan warna. Oleh karena itu, belikan buku cerita dengan gambar dan warna menarik. Biasanya, untuk permulaan, carikan buku dengan gambar yang besar, tidak terlalu rumit dan menarik disertai dua sampai tiga kalimat cerita yang menyertai gambar itu. 

Dampingi.

Mulanya, ini yang kami lakukan. Kami membaca bersama buku cerita dengan cara bergantian.

Ayah-Bunda: Coba, sekarang kamu membaca  kata-kata yang diucapkan si domba, ya…Bunda akan membaca kata-kata si serigala.

Dengan bergantian membaca, Ayah-Bunda dapat mencontohkan intonasi yang benar pada kalimat tanya, kalimat berita, atau perintah. Anak pun belajar menghayati dan mengerti arti kalimat dalam cerita itu. Jadikan sesi belajar ini menyenangkan agar si kecil tidak bosan dan mengerti apa yang Ayah-Bunda sampaikan. Ayah-Bunda terkadang perlu lebih ekspresif dalam intonasi dan ekspresi wajah sesuai cerita yang dibaca bersama.

Uji pemahamannya.

Selesai membaca satu halaman, sebelum berlanjut ke halaman sebelumnya, biasanya Ayah-Bunda menguji si kecil.

Ayah-Bunda: Eh, tadi itu serigalanya mau melakukan apa, ya?

Dengan pertanyaan seperti ini, si kecil akan terbiasa membaca dan menangkap/membuat inti sari isi bacaan di pikirannya. Ini penting.

Sejauh apa pentingnya? Ini contohnya, ketika si kecil nantinya harus menangkap isi soal ujian atau PR, tentunya ia harus terlebih dulu dapat memahami soal itu sebelum mengerjakannya. Atau contoh lain, ini bayangan kami, ketika si kecil menjadi dewasa dan diposisikan sebagai pembuat keputusan, pikirannya sudah terbiasa menangkap inti sari dari sumber-sumber informasi yang diterimanya dari tulisan maupun lisan untuk membuat keputusan.

 

Timbulkan kebiasaan gemar membaca ini sejak anak dalam rentang usia keemasannya.  Bahkan ketika si kecil belum dapat membaca, ini pun dapat dilakukan. Caranya? Ayah-Bunda dengan sabar membacakan cerita-cerita yang disesuaikan dengan umur anak.