Tag Archives: Belajar Angka

Matematika, Mengenal Angka Puluhan Satuan

Belajar Angka Puluhan dan SatuanDalam belajar matematika di tahap awal, dampingi anak agar lancar dalam membilang angka, termasuk membilang angka-angka di atas sepuluh. Setelah anak lancar membilang, kini saatnya memperkenalkan anak pada konsep puluhan dan satuan. 

Mengenali posisi angka puluhan dan satuan akan sangat berguna pada saat anak belajar penjumlahan bersusun dalam pelajaran matematika. Bagi teman-teman yang belum pernah menyimak tentang mengajar anak membilang angka di atas sepuluh dengan mudah, silakan membacanya di “Belajar Membilang Angka-Bagian I” dan “Belajar Membilang Angka-Bagian II


Ulang pelajaran membilang.

Adakan pengulangan dalam pelajaran membilang, baik membilang  sampai dengan angka dua puluh, ataupun membilang sampai dengan angka seratus.  

Ayah-Bunda: Angka setelah dua puluh lima berapa?

Anak: Dua puluh enam.

Ayah-Bunda: Betul. Angka dua puluh enam itu ditulis dua didepan, dan enam di belakang. Yuk kita lihat, angka dua puluh enam itu sebetulnya punya kamar sendiri-sendiri seperti kamu.  

Gambarkan dua kotak.

Lanjutkan dengan angka yang sudah diambil sebagai contoh, yaitu angka “dua puluh enam”. Lalu gambarkan dua kotak untuk meletakkan angka puluhan dan satuan seperti gambar pada awal tulisan ini.

Ayah-Bunda: Lihat, ada dua kotak. Ini kamar untuk angka-angka. Kamar di belakang disebut “satuan”, di depan disebut “puluhan”. Selalu seperti ini, ya. Di belakang “satuan” dan di depan “puluhan”. Coba kita ulang, kamar di depan adalah pu… 

Anak: …luhan.

Ayah-Bunda: Kamar di belakang adalah sa…

Anak: …tuan.

Ayah-Bunda: Coba letakkan masing-masing angka di kamarnya. Angka yang di belakang taruhlah di kamar belakang, angka di depan taruhlah di kamar depan.

Anak: (Menggambarkan angka dua dan enam di masing-masing kotak)

Ayah-Bunda: Coba kita baca (sambil menunjuk ke angka dan nama masing-masing kotak)…dua puluhan…enam satuan. 

Ulang lagi dengan angka berikutnya.

Gunakan angka yang berbeda. Mintalah anak untuk mengisikan tiap angka pada kotak puluhan dan satuan. Selanjutnya, mintalah anak membaca berapa puluhan dan berapa satuan yang terkandung dalam suatu angka.

Kembangkan pengertiannya dengan benda.

Nilai angka puluhan dan satuan.Gunakan benda kesukaannya, misalnya kelereng. Ayah-Bunda tidak harus menggunakan kelereng sungguhan. Gunakan saja lingkaran warna-warni yang dipotong rapi dan mengumpamakannya sebagai kelereng. Lalu gambarlah kotak-kotak sebanyak seratus buah seperti gambar di samping. 

Ayah-Bunda: Angka dua puluh enam tadi sudah diletakkan pada kamarnya, kan? Dua puluhan dan enam satuan (tunjuk gambar sebelumnya). Dua puluhan, artinya sepuluhnya ada dua. Coba letakkan sepuluh kelereng pada baris pertama dan sepuluh kelereng lagi pada baris kedua (tunjukkan yang dimaksudkan dengan baris pertama).

Anak: (Mengerjakan sesuai perintah).

Ayah-Bunda: Nah, sekarang kamu sudah berhasil membuat dua puluhan dengan cara meletakkan sepuluh kelereng pada baris kesatu dan kedua. Coba kamu hitung semua kelereng yang sudah kamu letakkan!

Anak: (Menghitung dari satu sampai dengan dua puluh) Dua puluh. 

Ayah-Bunda: Benar sekali, kamu pintar. (Tunjuk baris pertama dan kedua). Dua puluhan artinya, sepuluhnya ada dua, jumlahnya setelah kamu hitung ada…

Anak: Dua puluh. 

Ayah-Bunda: Coba dengar, dua puluhan nilainya adalah dua puluh…sama dengan hitungan kamu. Lalu kita lanjutkan untuk meletakkan kelereng pada kotak-kotak. Dua puluh enam, dua puluhan dan enam satuan. Dua puluhan sudah kamu kerjakan, sekarang kerjakan enam satuan. Enam satuan artinya satu kelereng dijajarkan di enam kotak. Letakkan kelerengnya satu-persatu sampai kotak keenam.

Anak: (Mengerjakan sesuai perintah).

Ayah-Bunda: Yang baru saja kamu kerjakan adalah enam satuan,  artinya satunya ada enam. Berapa tuh kalau satunya ada enam, coba hitung.

Anak: (Menghitung dari satu sampai dengan enam) Enam.

Ayah-Bunda: Coba dengar, enam satuan berarti satu kelereng dijajarkan di enam kotak, nilainya adalah enam…sama dengan hitungan kamu.

Uji dengan soal-soal.

Berikan soal-soal untuk menguji pengertian yang sudah diperoleh anak dari pelajaran matematika yang sudah disampaikan oleh Ayah-Bunda. 

 

Matematika adalah pelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak jika disampaikan dengan cara yang tepat.