Anak Belajar Kehidupan

Anak Belajar Budi PekertiDi halaman ini, kami menuangkan cerita-cerita mengenai mengajar anak melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kami. Kami berharap agar pengalaman kami mengajar anak berikut ini dapat menambah semangat dan memperkaya diri teman-teman sebagai orang tua dari anak-anak yang sudah dipercayakan untuk dididik dan diasuh.

Dengan mengajar anak melalui peristiwa-peristiwa yang ia saksikan, akan menghasilkan suatu nilai kehidupan yang lebih cepat ia tangkap dan simpan untuk bekal ia bertumbuh. 

Belajar dari Peristiwa-peristiwa

  • Mendidik Anak Mandiri:<< Klik di sini
    Tulisan ini mendapat inspirasi dari ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Serta merta tersedia untuk menolong si kecil bukan selalu merupakan cara yang baik untuk mendidik si kecil.
  • Mengajar Balita Yang Susah Diatur:<< Klik di sini
    Pernah mengalami susahnya mengajarkan disiplin kepada anak balita? Ada apa dengan si kecil? Ia bukan lagi bayi kecil yang dapat dialihkan perhatiannya dengan dibujuk.
  • Anak Belajar Mempercayai:<< Klik di sini
    Model yang sempurna untuk memberi contoh adalah Ayah dan Bunda atau keluarga pada umumnya sebagai lingkungan terdekatnya. Kejujuran bukan diajarkan, melainkan dicontohkan. 
  • Jangan Banyak Melarang:<< Klik di sini
    Melarang anak melakukan sesuatu untuk kebaikannya seringkali disalahartikan oleh si kecil. Banyak melarang memiliki efek negatif bagi kepribadian si kecil. Lalu bagaimana sebaiknya?
  • Katakan, “Papa-Mama sayang kamu!:<< Klik di sini
    Penting, lho untuk Ayah-Bunda mengatakan ungkapan sayang terhadap si kecil. Ungkapan sayang itu perlu diucapkan. Jangan berasumsi bahwa si kecil sudah mengetahuinya.
  • EQ dan IQ:<< Klik di sini
    Keberhasilan seseorang hanya 20% ditentukan oleh IQ-nya. Selebihnya, EQ lebih berperan. EQ mempengaruhi cara anak dalam memanfaatkan IQ-nya. Menaikkan EQ tidak terlepas dari peran orang tua.
  • Marshmallow Test untuk Balita:<< Klik di sini
    Didik si kecil agar lulus Marshmallow Test. Mampukah si kecil menunda kesenangan sesaat untuk menerima manfaat yang lebih besar? Orang tua dapat berperan menanamkan nilai ini sejak dini.
  • Anak Memiliki Kepercayaan Diri:<< Klik di sini
    Jangan putus asa jika anak Anda saat ini tidak percaya diri. Beberapa bulan ke depan Anda akan terkejut jika saat ini Anda begitu sabar dalam mendampingi, mendorong, dan melepasnya.
  • Kakak Sayang Adik:<< Klik di sini
    Keluarga Nobel berbagi cerita, semoga dapat diterapkan dan cocok agar kakak dapat menyayangi adiknya. Kunci “Kakak Sayang Adik” tetap dipegang oleh Ayah-Bunda.
  • Anak Belajar Mengatur Waktu:<< Klik di sini
    Belajar sejak kecil, mengatur waktu, melakukan yang tepat di saat yang tepat. Waktu yang terlewat tidak dapat diulang, begitulah yang harus dimengerti oleh si kecil.
  • Mengasah Kemampuan Berbahasa:<< Klik di sini
    Kemampuan berbahasa dapat dilatih dengan cara yang menyenangkan , yaitu melalui cerita bergambar tanpa kata. Anak belajar merangkai gambar-gambar berdasarkan penalarannya dan mengkomunikasinya secara verbal.
  • Belajar Bebas dari Status “Anak Bawang”:<< Klik di sini
    Tidak mendapat kesempatan yang diinginkan memang tidak menyenangkan. Semangati anak untuk mengerjakan kesempatan yang ditawarkan, sekecil apapun kesempatan yang datang.
  • Belajar Minum Obat Tradisional:<< Klik di sini
    Anak susah minum obat? Kali ini Keluarga Nobel menceritakan kembali pengalaman membujuk anak minum ramuan tradisional untuk sakit tenggorokan.

One thought on “Anak Belajar Kehidupan

  1. Pingback: Anak Belajar Mengatur Waktu « bintangcerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>