Variasi Belajar Membilang

Usailah sudah [intlink id=”1815″ type=”page”]belajar matematika[/intlink] dengan topik membilang I dan membilang II. Saatnya kita melanjutkan dengan test drive untuk menguji kemampuan membilang si kecil. Pentingkah? Penting sekali, karena dengan kelancaran membilang maka kecepatan dan ketelitian berhitung pun sudah ada di genggaman. Test drive-nya harus serius, ya? Tidak perlu. Ajak [intlink id=”1815″ type=”page”]anak belajar sambil bermain[/intlink] saja…apalagi jika Bunda dapat menyisihkan waktu untuk mendampingi anak dalam belajar.

Berikut ini beberapa ide untuk membantu Bunda dalam mendampingi [intlink id=”1815″ type=”page”]anak belajar[/intlink] kelancaran membilang:

Membilang maju mundur.

Si kecil sudah lancar membilang satu, dua, tiga…begitu seterusnya hingga mencapai angka seratus? Siplah! Berarti untuk membilang maju, si kecil sudah oke. Sekarang yuk lakukan pengujian dengan membilang mundur. Membilang mundur akan mempengaruhi kecepatan dan keakuratan ketika [intlink id=”1815″ type=”page”]anak belajar matematika[/intlink] dengan topik pengurangan. Biasanya, hambatan akan ditemui ketika hitungan mencapai angka dengan nilai satuan nol, seperti 20, 30, 40. Membilang maju dari angka-angka itu memang lebih mudah daripada membilang mundur. Wah…lalu bagaimana mengatasi kesulitan ini? Mudah saja, ayo ajak anak kembali melihat flash card yang digunakan untuk belajar membilang di atas angka sepuluh

Membilang lompat-lompat.

Bisa kok si kecil menikmati [intlink id=”1815″ type=”page”]belajar matematika[/intlink] untuk mengasah kelancaran membilang dengan cara membilang lompat-lompat. Tapi yang dimaksud lompat-lompat di sini bukan lompat-lompat sesungguhnya, ya :), hanya angkanya saja yang lompat-lompat. Angka-angka yang disajikan tidak berurutan namun memiliki selisih yang sama. Membilang lompat-lompat ini sangat bermanfaat untuk menguji ketelitian dan kelancaran anak dalam [intlink id=”1815″ type=”page”]belajar matematika[/intlink] dengan topik membilang. Beginilah yang kami lakukan ketika mengajari anak untuk membilang lompat-lompat. 

Ayah-Bunda: Si siput ini memiliki angka-angka di badannya. Perhatikan ya, angkanya tidak berurutan. Dari “satu”, kemudian “tiga”, dari “tiga” kemudian angka “lima”. Ya kan? Seharusnya setelah angka satu angka berapa?

Anak: Dua

Ayah-Bunda: Bagus. Itu berarti angkanya lompat-lompat. Setelah “satu” bukan angka “dua”, setelah “tiga” bukan angka “empat. Nah, tugas kita adalah mencari lompat berapakah angka-angka tersebut dan mengisi tanda tanya di tubuh siput dengan angka yang benar. Kita akan memperhatikan angka-angka yang tertulis di badan siput.  Lihat angka yang berdampingan saja. Ayo pilih dua siput yang berurutan dan keduanya memiliki angka di badannya.

Anak: Siput angka satu dan tiga.

Ayah-Bunda: Baik. Siput angka “satu” dan angka “tiga” saja yang kita perhatikan sekarang. kesatu dan kedua, memiliki angka satu dan tiga. Coba kita hitung, dari satu ke tiga ada berapa tangga yang harus dilewati. Caranya…pakai jari-jarimu sebagai anak tangga selagi kita menyebutkan angka. Ikuti ya, buka jari setelah angka “satu”. Kita akan terus menghitung dan berhenti di angka “tiga” pada siput. Yak…buka jarinya dan mulai menghitung dimulai dari angka setelah angka “satu”

Anak: Dua, tiga.

Ayah-Bunda: Stop. Nah berapa jari yang terbuka?

Anak: Dua

Ayah-Bunda: Kalau begitu, berarti angka di tubuh siput ini lompat dua angka. Jadi, sekarang kita bisa mengganti tanda tanya di tubuh siput dengan menambahkannya dengan angka dua. Siput angka “lima” diikuti tanda tanya yang merupakan angka berikutnya. Jadi, angka “lima” ditambah dengan angka “dua”…karena tadi setelah kita hitung angkanya lompat dua. “Lima” ditambah “dua”, atau “lima” naik “dua”, jadi berapa?

Anak: (mengikuti cara cepat dalam belajar penjumlahan sederhana) Lima di otak, dua di jari, setelah angka lima, enam, tujuh. Jadi tujuh. 

Ayah-Bunda: Bagus, jadi isi tanda tanya pertama dengan “tujuh”. Lalu, isi tanda tanya setelah tujuh dengan angka yang benar. Caranya sama, ya.

Perlancar pelajaran matematika, topik membilang lompat-lompat ini, dengan variasi gambar lain dan variasi letak angka yang dihilangkan.

 

Dengan mengamati suatu pola yang disertai penjelasan orang tua/guru, anak akan memiliki pemahaman, bukan sekedar hapalan.

keluarganobel

Saya bekerja penuh waktu sebagai ibu di rumah. Menulis di blog adalah hobi saya. Memiliki waktu untuk menulis bagi saya adalah hal istimewa. Menulis dan berbagi, menulis dengan hati..itulah bagian kecil dari waktu-waktu saya di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *