Bubur Ayam Tradisi

Resep sarapan bubur praktis ini sangat dinantikan di keluarga kami. Meskipun disebut bubur praktis, kami tidak menggunakan bubur instan. Bubur praktis untuk sarapan ini asli dimasak dari beras. Supaya praktis, ikuti caranya sampai akhir dan jangan lewatkan bagian “Catatan” yaaa 😀 . 

Bahan:

  • Beras
  • Dada ayam yang dipotong menjadi dua atau tiga bagian besar (tak perlu diiris dadu)

Bumbu:

  • Kecap asin
  • Minyak wijen
  • Merica
  • Garam
  • Kecap

Pelengkap:

  • Kuning telur ayam kampung
  • Seledri dirajang halus
  • Cakue
  • Kecap manis
  • Sambal

Cara membuat:

  • Rebus dada ayam dengan air yang terlebih dahulu dibubuhi kecap asin, minyak wijen, merica, garam. Lihat tips memasak bubur berikut ini, termasuk jenis panci yang digunakan, klik di tips memasak bubur (link akan terbuka di jendela baru).
  • Setelah air mendidih, kecilkan api dan rebus sampai air kaldunya lebih pekat.
  • Angkat ayam dan suwir, lalu masukkan kembali ayam suwir ke air kaldu.
  • Masukkan beras yang sudah dibersihkan ke air kaldu, masak sampai air kaldu mendidih-didih, kemudian ikuti tips memasak bubur praktis (link akan terbuka di jendela baru).
  • Setelah bubur masak, hidangkan dengan pelengkapnya.

Catatan:

  • Tuang kuning telur mentah di dasar mangkok, setelah itu taruh bubur panas di atasnya. Selanjutnya, taburi pelengkap sesuai selera.

keluarganobel

Saya bekerja penuh waktu sebagai ibu di rumah. Menulis di blog adalah hobi saya. Memiliki waktu untuk menulis bagi saya adalah hal istimewa. Menulis dan berbagi, menulis dengan hati..itulah bagian kecil dari waktu-waktu saya di rumah.

One thought on “Bubur Ayam Tradisi

  • February 17, 2017 at 16:54
    Permalink

    Mb Ina, untuk ayamnya setelah disuwir dan dimasukkan kaldu. Apakah tidak perlu dibumbui lagi? dimasak sampai kering ya?

    Kaldu untuk ayam dan beras apakah beda?

    Makasih mb..untuk sharing resepnya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *